KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Pusat Kajian Kampus yang berlokasi di Kendari, kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Prestasi gemilang ditorehkan oleh dua mahasiswa program studi Teknik Informatika yang berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada bulan Maret lalu.
Mahasiswa berprestasi tersebut adalah Reyhan Pratama (semester 6) dan Siti Nurhayati (semester 7) dengan proyek inovatif berjudul “AgriTech Smart Irrigation System: Solusi Hemat Air untuk Pertanian Lestari di Era Perubahan Iklim”. Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi almamater mereka, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata dari institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Latar Belakang dan Proses Kompetisi
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan ajang tahunan yang menghadirkan peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Kompetisi ini dirancang untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi ide-ide inovatif yang memiliki potensi besar dalam mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan. Tahun ini, panitia menerima lebih dari 450 proposal dari berbagai perguruan tinggi nasional, dengan kategori yang mencakup teknologi hijau, kesehatan digital, smart cities, dan sustainable development.
Reyhan Pratama dan Siti Nurhayati mengikuti seluruh tahapan kompetisi mulai dari submission proposal pada bulan November 2025, presentasi tingkat regional pada bulan Januari 2026, hingga grand final di Jakarta pada 15-17 Maret 2026. Dalam setiap tahapan, mereka bersaing dengan tim-tim dari universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro.
“Kami memulai perjalanan ini dari observasi langsung ke lapangan,” ujar Reyhan Pratama saat diwawancarai di kantor Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya, Rabu (02/04/2026). Mahasiswa berusia 21 tahun ini menjelaskan bahwa inspirasi proyek mereka berasal dari kunjungan ke area pertanian Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Februari 2025. “Kami melihat petani lokal menghadapi tantangan besar terkait efisiensi penggunaan air dalam irigasi, terutama di tengah cuaca yang semakin tidak terprediksi.”
Siti Nurhayati, yang berasal dari Kendari, menambahkan bahwa relevansi proyek dengan kondisi lokal menjadi kekuatan utama mereka. “Kami tidak hanya menciptakan teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang dapat benar-benar diterapkan oleh petani skala menengah dan kecil di daerah kami,” ungkapnya dengan penuh antusiasme.
Konsep dan Implementasi AgriTech Smart Irrigation System
Sistem irigasi pintar yang dikembangkan Reyhan dan Siti mengintegrasikan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan analisis big data untuk mengoptimalkan penggunaan air di lahan pertanian. Sistem ini dilengkapi dengan sensor tanah yang dapat mengukur kadar kelembaban, pH tanah, dan nutrisi, serta weather station yang terhubung dengan data cuaca real-time dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Teknologi ini memungkinkan petani untuk mengetahui kapan dan berapa banyak air yang diperlukan tanaman mereka melalui aplikasi mobile yang user-friendly,” jelas Reyhan. Menurut penjelasannya, sistem tersebut dapat menghemat hingga 40 persen penggunaan air dibandingkan metode irigasi konvensional, sambil meningkatkan hasil panen hingga 25 persen.
Prototipe awal sistem ini telah diuji coba di lahan pertanian mitra di Desa Wanggu, Kecamatan Abeli, Kendari selama enam bulan terakhir. Hasil tes lapangan menunjukkan respons yang sangat positif dari petani lokal yang menjadi pengguna beta. “Respons dari petani melebihi ekspektasi kami. Mereka tidak hanya tertarik dengan hasil yang lebih baik, tetapi juga dengan kemudahan operasional sistem,” kata Siti.
Dukungan Institusi dan Dosen Pembimbing
Kesuksesan Reyhan dan Siti tidak terlepas dari dukungan penuh dari Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Pusat Kajian Kampus dan Program Studi Teknik Informatika. Dosen pembimbing mereka, Dr. Eka Prasetya, Strata (S.T., M.Eng.), memberikan bimbingan intensif selama proses pengembangan proyek.
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab untuk mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat praktis bagi masyarakat,” ungkap Dr. Eka Prasetya dalam sesi wawancara terpisah. “Reyhan dan Siti adalah contoh sempurna dari mahasiswa yang memahami misi tersebut dengan baik.”
Selain Dr. Eka Prasetya, mereka juga mendapat dukungan dari tim di Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya yang menyediakan fasilitas laboratorium, peralatan, dan akses ke jaringan peneliti. Pusat Kajian Kampus, yang didirikan pada 2018, telah menjadi inkubasi untuk berbagai proyek riset dan inovasi mahasiswa.
Pernyataan Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Suryanto, M.Si., menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa ini. “Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa universitas kami mampu bersaing di tingkat nasional dalam hal kualitas pendidikan dan pengembangan inovasi. Kami berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa-mahasiswa berbakat seperti Reyhan dan Siti untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Bambang dalam konferensi pers yang diadakan di Rektorat Universitas Mandala Waluya pada Selasa (01/04/2026).
Prof. Bambang juga menekankan bahwa prestasi ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis pada keberlanjutan lingkungan. “Kami bangga bahwa kedua mahasiswa kami tidak hanya menciptakan inovasi teknologi, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani lokal,” tambahnya.
Kepala Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya, Drs. Muhammad Rusli, Ph.D., juga memberikan apresiasi yang tinggi. “Prestasi Reyhan dan Siti menunjukkan bahwa Pusat Kajian Kampus kami telah berhasil menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi. Kami akan terus mengembangkan program-program yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengubah ide-ide cemerlang mereka menjadi solusi nyata,” ujar Drs. Rusli.
Hadiah dan Pengakuan Nasional
Sebagai juara pertama dalam KITN 2026, Reyhan dan Siti menerima hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah, sertifikat penghargaan dari Kemendikbudristek, serta kesempatan untuk memperkenalkan proyek mereka di berbagai forum internasional. Selain itu, mereka juga mendapat dukungan pendanaan sebesar 250 juta rupiah untuk mengembangkan proyek menuju fase komersialitasi.
Hasil kompetisi tersebut juga dimuat di berbagai media massa nasional dan mendapat pemberitaan di portal berita online terkemuka seperti detik.com, kompas.com, dan antaranews.com. Pengakuan nasional ini meningkatkan visibilitas Universitas Mandala Waluya di kalangan akademik dan industri teknologi.
Dampak dan Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Prestasi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dengan industri dan pemerintah untuk mengimplementasikan sistem irigasi pintar ini secara lebih luas. Reyhan dan Siti telah menerima tawaran dari beberapa startup teknologi untuk bergabung dalam tim pengembangan produk komersial mereka.
“Kami masih mempertimbangkan berbagai pilihan. Ada penawaran untuk melanjutkan pendidikan S2 sambil mengkomersialkan proyek ini, dan ada juga tawaran untuk bekerja di perusahaan startup yang fokus pada teknologi pertanian,” jelas Reyhan. Siti menambahkan bahwa prioritas mereka adalah memastikan solusi ini dapat diadopsi oleh petani-petani di daerah mereka dengan cara yang berkelanjutan dan terjangkau.
Universitas Mandala Waluya juga berencana untuk menggunakan proyek ini sebagai studi kasus dalam kurikulum baru Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Pertanian. Selain itu, pihak universitas sedang mengembangkan inkubasi bisnis khusus untuk mendukung mahasiswa-mahasiswa yang tertarik mengkomersialkan inovasi mereka.
Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, prestasi Reyhan dan Siti relevan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Proyek ini berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
“Teknologi yang kami kembangkan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal sambil menjaga kelestarian sumber daya air, yang merupakan isu krusial di era perubahan iklim seperti saat ini,” tegaskan Siti. Data yang mereka kumpulkan selama fase testing menunjukkan bahwa implementasi sistem ini dapat berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian hingga 15 persen.
Pembelajaran dan Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Keberhasilan Reyhan dan Siti diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Mandala Waluya untuk turut serta dalam berbagai kompetisi akademik dan inovasi tingkat nasional maupun internasional. Direktur Akademik Universitas Mandala Waluya, Dr. Hj. Siti Mariam Nurdin, S.E., M.M., menyatakan bahwa universitas akan mengintensifkan program mentoring dan workshop untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti kompetisi-kompetisi sejenis.
“Kami juga akan membentuk innovation hub khusus yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai program studi untuk berkolaborasi mengembangkan ide-ide inovatif mereka,” ujar Dr. Siti Mariam.
Penutup
Prestasi Reyhan Pratama dan Siti Nurhayati dalam meraih juara pertama Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya mampu menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berkualitas tinggi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang bermakna dapat lahir dari pengamatan mendalam terhadap realitas lokal.
Dengan dukungan penuh dari institusi, dosen pembimbing, dan ekosistem inovasi yang terus dikembangkan, diharapkan Universitas Mandala Waluya akan terus menghasilkan prestasi-prestasi gemilang yang berkontribusi pada pembangunan nasional dan global. Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa inovasi-inovasi ini tidak hanya memenangkan penghargaan, tetapi juga berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi petani-petani lokal di Sulawesi Tenggara.
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi yang diperoleh dari konferensi pers Universitas Mandala Waluya pada 1 April 2026 dan wawancara langsung dengan para narasumber pada 2 April 2026.