KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) melalui Pusat Kajian Kampus telah secara resmi meluncurkan tiga proyek penelitian inovatif yang menggabungkan keahlian dosen dengan dedikasi mahasiswa untuk mengembangkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Peluncuran ini dilakukan pada Kamis, 18 April 2026, dalam sebuah acara seminar penelitian yang dihadiri oleh rektorat, dosen pembimbing, mahasiswa peneliti, dan stakeholder lokal di Auditorium Utama Kampus UMW.
Ketiga proyek penelitian tersebut mencakup kajian etnobotani tumbuhan obat tradisional Moronene, pengembangan teknologi fermentasi pangan lokal berbasis limbah pertanian, dan analisis pola migrasi ikan pelagis di Perairan Buton untuk keberlanjutan ekonomi nelayan. Masing-masing proyek melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang menunjukkan komitmen universitas dalam menghadirkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan komunitas lokal.
Latar Belakang dan Visi Penelitian
Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya telah beroperasi selama enam tahun terakhir dengan fokus pada penelitian yang berbasis pada nilai-nilai lokal dan keberlanjutan lingkungan. Menurut laporan institusional, pusat ini telah menghasilkan lebih dari 40 publikasi ilmiah nasional dan internasional, serta mengembangkan lima produk unggulan yang telah diterapkan di masyarakat.
“Kami percaya bahwa universitas bukan hanya lembaga pengajaran, melainkan agen perubahan sosial yang mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” ungkap Dr. Asrul Hafid, Direktur Pusat Kajian Kampus UMW, dalam pidato pembukaan acara peluncuran. Beliau menambahkan bahwa ketiga proyek penelitian ini merupakan hasil dari proses kurasi yang ketat, melibatkan evaluasi 27 usulan proposal dari berbagai fakultas selama periode enam bulan terakhir.
Pernyataan ini diperkuat oleh visi kampus yang tertuang dalam dokumen rencana strategis periode 2024-2029, yang menekankan pentingnya penelitian berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Universitas Mandala Waluya, sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Kendari, telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 4,2 miliar rupiah untuk mendukung ketiga proyek penelitian ini dalam jangka waktu 24 bulan ke depan.
Tiga Proyek Penelitian Inovatif
Pertama: Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional Moronene
Proyek pertama dipimpin oleh Dr. Hamzah Nursalim, dosen senior dari Fakultas Sains dan Teknologi UMW, dengan melibatkan enam mahasiswa tingkat akhir program studi Biologi dan Kimia. Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menganalisis kandungan kimiawi dari 45 spesies tumbuhan obat yang digunakan oleh komunitas etnis Moronene di Kabupaten Bombana dan sekitarnya.
“Masyarakat Moronene memiliki pengetahuan turun-temurun tentang penggunaan tumbuhan untuk penyembuhan berbagai penyakit, namun pengetahuan ini belum pernah didokumentasikan secara ilmiah dengan metodologi farmakologi modern,” jelas Dr. Hamzah Nursalim dalam sesi presentasi detail penelitian. Beliau menunjukkan beberapa spesimen tumbuhan yang telah dikumpulkan, termasuk Phaleria macrocarpa lokal, Curcuma xanthorrhiza, dan beberapa spesies endemik yang belum pernah diteliti sebelumnya.
Target penelitian ini adalah menghasilkan minimal 10 publikasi di jurnal internasional terindeks, serta menciptakan sebuah database digital etnobotani yang dapat diakses oleh peneliti dan praktisi kesehatan lokal. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan produk fitofarmaka modern yang aman dan efektif, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi pengetahuan tradisional masyarakat Moronene melalui mekanisme intellectual property.
Salah satu mahasiswa peneliti, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester VII dari Prodi Biologi, menyampaikan antusiasmenya terhadap proyek ini. “Ini adalah kesempatan langka untuk berkontribusi pada pelestarian pengetahuan tradisional sambil mengembangkan keterampilan penelitian saya. Kami telah melakukan survei lapang awal dan mendapatkan dukungan luar biasa dari tokoh adat setempat,” ungkapnya.
Kedua: Teknologi Fermentasi Pangan Lokal Berbasis Limbah Pertanian
Proyek kedua adalah inisiatif inovatif yang menggabungkan bidang teknik pangan dan keberlanjutan lingkungan. Dipimpin oleh Dr. Risma Wijaya, dosen dari Fakultas Pertanian UMW, proyek ini melibatkan delapan mahasiswa dari program studi Teknik Pangan dan Agroteknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode fermentasi yang memanfaatkan limbah pertanian seperti kulit kopi, jerami padi, dan bonggol jagung untuk menghasilkan pangan bernutrisi tinggi dan produk bersertifikat halal.
Sulawesi Tenggara merupakan salah satu penghasil kopi dan hasil pertanian lainnya yang signifikan, namun limbah yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal. “Kami melihat peluang besar untuk mengubah limbah pertanian menjadi aset ekonomi melalui teknologi fermentasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Dr. Risma Wijaya.
Metodologi penelitian meliputi uji laboratorium ekstensif untuk mengidentifikasi mikroorganisme fermentasi yang optimal, pengembangan formula pangan fungsional, dan uji sensori serta uji keamanan pangan sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Target outcome dari proyek ini adalah menghasilkan tiga formula pangan inovatif yang siap untuk diproduksi secara komersial dan dapat meningkatkan pendapatan petani lokal hingga 35 persen.
Mahasiswa peneliti, Ahmad Pratama dari Prodi Teknik Pangan, menjelaskan fase awal penelitian mereka. “Kami telah mengembangkan starter fermentasi alami dan sedang melakukan optimisasi parameter fermentasi. Respons dari komunitas petani sangat positif karena mereka melihat potensi nilai tambah dari limbah pertanian mereka,” katanya.
Ketiga: Analisis Pola Migrasi Ikan Pelagis dan Keberlanjutan Nelayan
Proyek ketiga merupakan penelitian interdisipliner yang melibatkan kolaborasi Fakultas Perikanan dan Kelautan dengan Fakultas Sains dan Teknologi UMW. Dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Yusuf, peneliti senior dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang biologi perikanan, proyek ini melibatkan 10 mahasiswa program studi Perikanan Tangkap dan Sains Kelautan.
Penelitian ini dirancang untuk memetakan pola migrasi ikan pelagis di Perairan Buton menggunakan teknologi akustik dan genetic tagging, sehingga dapat diidentifikasi area reproduksi dan area berkumpul ikan pelagis. Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan yang melindungi stok ikan sekaligus menjamin kesejahteraan nelayan lokal yang bergantung pada sumber daya ini.
“Nelayan di Sulawesi Tenggara telah melaporkan penurunan signifikan dalam hasil tangkapan ikan pelagis selama lima tahun terakhir. Kami perlu memahami penyebab fenomena ini melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif,” papar Prof. Muhammad Yusuf. Beliau menambahkan bahwa penelitian ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara serta organisasi nelayan lokal.
Salah satu mahasiswa peneliti, Andi Saputra dari semester VI, mengungkapkan keseriusan timnya dalam pelaksanaan penelitian. “Kami akan melakukan survei lapang berkala di berbagai lokasi penangkapan dan menggunakan peralatan penelitian canggih untuk mengumpulkan data biologis dan ekologis. Harapan kami adalah penelitian ini dapat berkontribusi pada pemulihan stok ikan dan ekonomi nelayan,” ujarnya.
Dukungan Institusional dan Ekspektasi Rektorat
Dr. Bambang Kurniawan, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam arahannya menekankan pentingnya penelitian yang berdampak sosial bagi institusi akademik. “Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menjadi universitas yang produktif dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga proyek ini adalah bukti nyata dari dedikasi kami terhadap misi tersebut,” ujar Rektor Bambang Kurniawan.
Beliau juga mengumumkan bahwa universitas akan memberikan insentif khusus bagi mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini, termasuk beasiswa penelitian, kesempatan publikasi internasional, dan pengakuan akademik yang akan dicatat dalam transkrip resmi. “Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian berkualitas tinggi adalah aset berharga bagi universitas dan akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja global,” tambahnya.
Selain itu, universitas telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi mitra termasuk Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Sulawesi Tenggara, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanuddin untuk memastikan standar metodologi penelitian dan fasilitasi publikasi internasional.
Dampak dan Proyeksi Hasil
Para pemimpin proyek penelitian telah merancang roadmap yang jelas untuk implementasi hasil penelitian di masyarakat. Untuk proyek etnobotani, direncanakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan sektor industri farmasi untuk mengembangkan produk obat herbal terstandar. Untuk proyek pangan fermentasi, akan dilakukan transfer teknologi kepada kelompok usaha kecil dan menengah (UMKM) yang tertarik mengembangkan produk pangan fungsional. Sementara untuk proyek perikanan, hasil penelitian akan dibagikan kepada organisasi nelayan dan pemerintah daerah untuk formulasi kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Dr. Asrul Hafid, Direktur Pusat Kajian Kampus, mengharapkan ketiga proyek ini dapat menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang terukur dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. “Kami menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setidaknya 20 persen melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan keberlanjutan sumber daya alam,” ujarnya.
Kesimpulan
Peluncuran ketiga proyek penelitian inovatif oleh Universitas Mandala Waluya menunjukkan komitmen institusi dalam menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Melalui kolaborasi yang kuat antara dosen berpengalaman dan mahasiswa berbakat, universitas berharap dapat menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang berdampak positif bagi masyarakat lokal dan berkontribusi pada pengetahuan ilmiah global.
Dengan dukungan institusional yang kuat dan alokasi sumber daya yang memadai, ketiga proyek ini diharapkan dapat mencapai target ambisius mereka dan menjadi model bagi penelitian akademik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Universitas Mandala Waluya, melalui inisiatif ini, membuktikan bahwa perguruan tinggi lokal juga mampu menghadirkan inovasi dan penelitian berkualitas internasional yang bermanfaat bagi pembangunan berkelanjutan wilayah.
Monitoring dan evaluasi penelitian akan dilakukan secara berkala setiap kuartal untuk memastikan semua target tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hasil penelitian akan dipublikasikan melalui berbagai media ilmiah, seminar nasional, dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat melalui forum komunikasi dua arah yang berkelanjutan.
—
[Artikel berakhir dengan 1.847 kata]