Kendari – Universitas Mandala Waluya, melalui Pusat Kajian Kampus, menyelenggarakan serangkaian acara akademik berkaliber tinggi pada 22 April 2026. Rangkaian kegiatan yang mencakup seminar, webinar, dan kuliah umum ini dihadiri oleh para pakar industri, akademisi terkemuka, mahasiswa, dan stakeholder pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan beberapa peserta dari luar negeri.
Inisiatif Universitas Mandala Waluya ini merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas diskusi akademik dan memperluas wawasan sivitas akademika terhadap isu-isu kontemporer yang relevan dengan pembangunan nasional. Dengan tema besar “Transformasi Digital dan Keberlanjutan: Strategi Kampus Menuju Era Baru,” rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan perspektif multi-disipliner dari berbagai sektor.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya telah mengidentifikasi kebutuhan akan forum akademik yang dapat menghubungkan dunia pendidikan dengan industri secara lebih intensif. Memasuki tahun 2026, transformasi digital telah menjadi keharusan bagi semua sektor, tidak terkecuali pendidikan tinggi. Seiring dengan itu, isu keberlanjutan lingkungan semakin mendesak untuk diintegrasikan dalam kurikulum dan operasional kampus.
“Kami melihat bahwa mahasiswa kami membutuhkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pemimpin pemikiran dan praktisi di lapangan,” kata Dr. Bambang Suryanto, Direktur Pusat Kajian Kampus Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers pendahuluan yang digelar pada 15 April 2026 lalu.
Menurutnya, rangkaian acara ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Universitas Mandala Waluya untuk menjadi pusat keunggulan dalam penelitian dan pengembangan solusi untuk tantangan global.
Agenda Lengkap dan Narasumber Utama
Rangkaian acara yang dimulai pukul 08.00 WITA pada 22 April 2026 dibuka dengan kuliah umum bertajuk “Peran Teknologi AI dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan.” Narasumber utama adalah Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Tech., seorang ahli kecerdasan buatan dari Institut Teknologi Bandung yang juga adalah konsultan untuk berbagai universitas ternama di Asia Tenggara.
Dalam sesi pembukaan ini, Dr. Siti akan mengupas bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk personalisasi pembelajaran, optimalisasi penggunaan sumber daya kampus, hingga penciptaan sistem manajemen yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Universitas di era modern harus dapat memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai jembatan menuju transformasi cultural yang sesungguhnya,” ujar Dr. Siti ketika dikonfirmasi keikutsertaannya sebagai pembicara utama. “Saya sangat antusias untuk berbagi pengalaman dengan generasi muda Kendari yang akan menjadi pemimpin masa depan.”
Setelah sesi kuliah umum, acara dilanjutkan dengan tiga jalur seminar paralel yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai minat akademik:
Jalur Pertama: Teknologi dan Inovasi Digital
Seminar pada jalur pertama menghadirkan Prof. Dr. Hendra Wijaya, pakar e-commerce dan digital entrepreneurship dari Universitas Pelita Harapan, serta Bapak Ari Gunawan, CEO dari startup teknologi terkemuka di Sulawesi Tenggara, PT. Inovasi Nusantara. Mereka akan mendiskusikan tema “Digital Transformation in Higher Education: Challenges and Opportunities.”
Dalam seminar ini, peserta akan mempelajari studi kasus implementasi sistem pembelajaran digital, pengelolaan data akademik berbasis cloud, hingga strategi cybersecurity di institusi pendidikan.
Jalur Kedua: Keberlanjutan Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial
Jalur kedua menghadirkan Dr. Dwi Retno Sari, M.Sc., seorang peneliti lingkungan terkemuka dari Universitas Hasanuddin yang memiliki publikasi internasional tentang konservasi laut di kawasan Wallacea. Beliau akan berdiskusi dengan Ibu Nur Azizah, Direktur Program Keberlanjutan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam seminar yang bertemakan “Green Campus Initiative: From Planning to Implementation.”
Diskusi akan mencakup langkah-langkah konkret dalam mengurangi jejak karbon kampus, pengelolaan limbah akademik, hingga integrasi prinsip keberlanjutan dalam kurikulum program studi.
Jalur Ketiga: Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan
Seminar ketiga menghadirkan Dr. Muhammad Ismail Yusanto, pakar manajemen sumber daya manusia dari Universitas Indonesia, serta Ibu Dewi Lestari, HR Director dari salah satu perusahaan multinasional terbesar di Indonesia. Tema seminar ini adalah “Building Future Leaders: Developing Competencies for a Changing World.”
Pembicara akan membahas soft skills yang dibutuhkan generasi mendatang, strategi mentoring dan coaching, serta pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan inklusif.
Webinar Interaktif dan Sesi Tanya Jawab
Pada sore hari, acara dilanjutkan dengan serangkaian webinar interaktif yang memungkinkan peserta untuk secara langsung berinteraksi dengan para narasumber melalui platform digital yang telah disiapkan. Peserta dari kampus-kampus lain di Indonesia bahkan dari Malaysia dan Singapura akan bergabung secara virtual.
“Kami telah mempersiapkan infrastruktur teknologi yang memadai untuk memastikan bahwa semua peserta, baik yang hadir secara fisik maupun virtual, mendapatkan pengalaman yang sama berkualitasnya,” jelas Dr. Bambang Suryanto.
Setiap sesi webinar akan berlangsung selama 90 menit dengan alokasi 60 menit untuk presentasi dan 30 menit untuk sesi tanya jawab interaktif. Peserta didorong untuk mengajukan pertanyaan kritis yang relevan dengan praktik dan teori dalam topik-topik yang dibahas.
Kutipan Pejabat Kampus dan Harapan Institusi
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Ridho Sidik, M.Sc., dalam wawancara eksklusif dengan media massa, mengungkapkan optimismenya terhadap penyelenggaraan rangkaian acara ini.
“Acara pada 22 April 2026 ini adalah cerminan dari visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya meraih prestasi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan industri,” kata Prof. Ridho.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa “Pusat Kajian Kampus kami telah membuktikan kapasitasnya sebagai wadah kolaborasi dan penelitian yang produktif. Dengan menyelenggarakan seminar, webinar, dan kuliah umum berkaliber internasional seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kendari dan Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan intelektual di kawasan timur Indonesia.”
Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kampus, Dr. Bambang Suryanto, menambahkan bahwa “rangkaian acara ini juga merupakan momentum untuk membangun jaringan kolaboratif yang berkelanjutan. Kami berharap dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dengan institusi-institusi yang diwakili oleh para pembicara kami hari ini.”
Partisipasi Mahasiswa dan Dampak Akademik
Antusiasme mahasiswa Universitas Mandala Waluya terhadap penyelenggaraan rangkaian acara ini sangat tinggi. Panitia telah menerima lebih dari 1.200 pendaftaran dari mahasiswa internal, sementara dari kampus lain yang ingin hadir secara fisik mencapai 400 pendaftar. Untuk sesi virtual, diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta dari berbagai institusi.
“Saya sangat excited dengan kesempatan ini,” ujar Siti Rahayu, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika Universitas Mandala Waluya. “Bisa bertemu langsung dengan praktisi dan akademisi seperti Dr. Siti Nurhaliza dan Prof. Hendra Wijaya adalah pengalaman yang jarang didapat. Ini akan sangat membantu saya dalam mempersiapkan karir setelah lulus.”
Senada dengan itu, Muhammad Rizki, mahasiswa Program Studi Manajemen Lingkungan, mengatakan bahwa “Diskusi tentang green campus initiative sangat relevan dengan skripsi saya yang membahas pengelolaan sampah organik di kampus. Saya berharap dapat mendapatkan insights baru dari para ahli yang akan berbicara.”
Koordinasi dan Persiapan Teknis
Dalam memastikan kelancaran acara, Universitas Mandala Waluya telah membentuk panitia khusus yang terdiri dari 50 orang, mencakup dosen, mahasiswa, dan staf administratif. Panitia telah melakukan serangkaian rapat koordinasi intensif sejak tiga bulan sebelumnya.
“Kami tidak ingin ada detail yang terlewatkan,” jelas Dr. Samsul Hadi, Koordinator Teknis Acara. “Dari aspek logistik, hingga pengaturan tempat duduk di auditorium, semuanya telah direncanakan dengan matang. Kami juga telah menyiapkan dokumentasi profesional, baik dalam bentuk fotografi maupun videografi, sehingga acara ini dapat diarsipkan dengan baik dan mungkin dipublikasikan di media massa dan saluran digital kami.”
Universitas Mandala Waluya juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa media massa lokal, regional, dan nasional untuk memberikan liputan yang komprehensif terhadap rangkaian acara ini.
Harapan ke Depan dan Berkelanjutan
Dengan suksesnya rangkaian acara pada 22 April 2026, Universitas Mandala Waluya menargetkan untuk menjadikan acara serupa sebagai agenda tahunan yang tetap atau bahkan meningkat dalam skala dan kualitasnya. Prof. Dr. Muh. Ridho Sidik mengungkapkan rencana jangka panjang untuk mengembangkan Pusat Kajian Kampus menjadi lembaga penelitian yang produktif dengan publikasi internasional yang berkualitas tinggi.
“Kami percaya bahwa dengan investasi yang tepat dalam sumber daya manusia dan infrastruktur akademik, Universitas Mandala Waluya dapat menjadi universitas unggulan yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” tutup Prof. Ridho dengan optimisme.
Penutup
Rangkaian acara akademik yang akan diselenggarakan oleh Universitas Mandala Waluya melalui Pusat Kajian Kampus pada 22 April 2026 merupakan bukti nyata dari komitmen institusi untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah kepada sivitas akademika dan masyarakat luas. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka dan menciptakan forum diskusi yang berkualitas, Universitas Mandala Waluya tidak hanya meningkatkan reputasinya, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan inovatif di Kendari dan sekitarnya.
Para peserta yang akan hadir pada acara tersebut dapat mengharapkan pengalaman belajar yang mendalam, networking yang berharga, dan inspirasi untuk menghadapi tantangan global dengan pendekatan yang holistik, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Universitas Mandala Waluya terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan zaman dan berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia.
—
Jumlah kata: 1.847 kata