KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mandala Waluya bersama jaringan organisasi mahasiswa lainnya resmi meluncurkan program “Kendari Berdaya 2026” pada Jumat, 04 April 2026. Inisiatif komprehensif ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat ekonomi lemah melalui pendidikan keterampilan, literasi digital, dan penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kendari.
Acara peluncuran program digelar di Auditorium Pusat Kajian Kampus, Universitas Mandala Waluya, dengan menghadirkan pejabat kampus, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai lini organisasi mahasiswa. Program yang akan berjalan selama satu tahun akademik ini menargetkan 5.000 penerima manfaat dari 15 kelurahan di Kota Kendari.
Ketua BEM Universitas Mandala Waluya, Muhammad Rian Pratama (25), menjelaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa terhadap tanggungjawab sosial. Menurutnya, kehadiran universitas tidak sekadar dalam konteks akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Kami memahami bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial. Program Kendari Berdaya 2026 adalah wujud komitmen kami untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Dengan melibatkan 12 organisasi mahasiswa, kami optimis dapat menjangkau ribuan keluarga yang membutuhkan,” ujar Rian dalam sambutannya di auditorium yang ramai tersebut.
Struktur Program dan Tahapan Implementasi
Program Kendari Berdaya 2026 dirancang dalam tiga pilar utama yang saling terhubung dan saling menguatkan. Pilar pertama adalah pendidikan dan pelatihan keterampilan, yang mencakup pelatihan otomotif dasar, tata busana, pengolahan makanan, dan kerajinan tangan. Pilar kedua fokus pada literasi digital dan kewirausahaan, sementara pilar ketiga menekankan penguatan kelembagaan dan pendampingan UMKM.
Setiap pilar akan dikelola oleh organisasi mahasiswa yang berbeda, menciptakan pembagian kerja yang terstruktur dan efisien. Organisasi Mahasiswa Teknik akan menangani pelatihan otomotif, Organisasi Mahasiswa Ekonomi akan mengelola program literasi digital dan kewirausahaan, sementara Organisasi Mahasiswa Pendidikan akan memfokuskan pada program pendidikan masyarakat.
Koordinator Program Kendari Berdaya 2026, Siti Nurhaliza (24), menjelaskan mekanisme pelaksanaan program secara detail. Menurutnya, setiap tahapan dirancang dengan matang untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas.
“Fase pertama (April-Mei 2026) adalah tahap identifikasi kebutuhan dan sosialisasi. Tim kami akan melakukan survei lapangan di 15 kelurahan target untuk memahami kebutuhan spesifik masyarakat. Fase kedua (Juni-September 2026) adalah implementasi program pelatihan di masing-masing lokasi dengan jadwal yang disesuaikan dengan kesediaan komunitas. Fase ketiga (Oktober-Februari 2027) adalah pendampingan intensif dan monitoring berkelanjutan,” terang Siti sambil menunjukkan timeline program yang ditayangkan di layar auditorium.
Pendanaan untuk program ini bersumber dari dana rutin BEM, hasil penjualan merchandise kampanye, sumbangan dari alumni yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Mandala Waluya, dan dukungan dari mitra korporat lokal yang telah menandatangani kesepakatan kerjasama. Total anggaran yang telah dihimpun mencapai 850 juta rupiah, cukup untuk menjamin keberlangsungan program hingga akhir tahun akademik.
Dukungan Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Si., memberikan sambutan khusus yang menekankan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi misi universitas sebagai lembaga pendidikan yang bermakna dan berdampak sosial.
“Sebagai rektor, saya sangat bangga menyaksikan mahasiswa kami memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Program Kendari Berdaya 2026 bukan sekadar kegiatan rutinitas, tetapi sebuah ekspresi nyata dari nilai-nilai Universitas Mandala Waluya yang mengedepankan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. Saya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh, baik melalui sarana kampus maupun fasilitasi kerjasama dengan instansi terkait,” ujar Prof. Bambang dalam pidato resminya.
Dekan Pusat Kajian Kampus, Dr. H. Sukarno, S.Sos., M.Si., juga mengapresiasi kolaborasi lintas organisasi mahasiswa. Menurutnya, sinergi antar organisasi merupakan modal penting untuk kesuksesan program.
“Pusat Kajian Kampus sebagai lembaga yang fokus pada penelitian dan pengembangan masyarakat, sepenuhnya mendukung upaya BEM dan organisasi mahasiswa ini. Kami siap menyediakan dukungan akademis, riset baseline untuk mengukur dampak program, dan memfasilitasi advokasi kebijakan di level pemerintah daerah agar program ini mendapat pengakuan dan dukungan lebih luas,” katanya.
Keterlibatan Organisasi Mahasiswa
Kesuksesan program ini sangat tergantung pada keterlibatan aktif 12 organisasi mahasiswa yang tersebar di berbagai fakultas Universitas Mandala Waluya. Organisasi-organisasi tersebut antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa, Organisasi Mahasiswa Teknik, Organisasi Mahasiswa Ekonomi, Organisasi Mahasiswa Pendidikan, Organisasi Mahasiswa Hukum, Organisasi Mahasiswa Pertanian, Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkungan, Karang Taruna Kampus, Forum Mahasiswa Pembela Lingkungan, Himpunan Mahasiswa Agama Islam, Persekutuan Mahasiswa Kristen, dan Kelompok Studi Pembangunan Berkelanjutan.
Setiap organisasi telah ditugaskan untuk memimpin sub-program tertentu berdasarkan keahlian dan bidang fokus mereka. Pengurus Organisasi Mahasiswa Ekonomi, Hendra Wijaya (23), menjelaskan bahwa organisasinya akan memimpin program literasi digital dan pelatihan kewirausahaan.
“Tim kami terdiri dari 45 mahasiswa yang telah dilatih tentang dasar-dasar kewirausahaan digital dan literasi keuangan. Kami akan mengadakan workshop dan pelatihan berkelanjutan untuk UMKM lokal, terutama pedagang kecil dan ibu-ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha online. Dengan perkembangan teknologi, literasi digital menjadi kunci untuk membuka peluang pasar yang lebih luas,” jelas Hendra dengan antusias.
Organisasi Mahasiswa Teknik, melalui ketua mereka Ade Gunawan (24), menerangkan komitmen untuk memberikan pelatihan otomotif praktis kepada pengangguran muda.
“Program kami dirancang untuk memberikan sertifikat resmi dalam perawatan kendaraan dasar. Kami telah mengidentifikasi 8 bengkel lokal yang bersedia menjadi partner untuk memberikan magang praktik kepada peserta kami. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat membuka usaha bengkel sendiri atau mendapat pekerjaan di industri otomotif Kendari,” papar Ade.
Respons Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Kendari, Ir. Suprapto, M.T., hadir dalam acara peluncuran untuk memberikan dukungan resmi dari pemerintah daerah. Beliau menyatakan bahwa program ini sejalan dengan prioritas pembangunan ekonomi lokal Kendari.
“Program Kendari Berdaya 2026 adalah bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang kami bangun. Pemerintah Kota Kendari sangat apresiatiif dengan kontribusi Universitas Mandala Waluya melalui mahasiswanya. Kami bersedia memfasilitasi akses ke fasilitas pemerintah, sertifikasi, dan koneksi dengan pasar lokal. Bahkan, kami sedang menyiapkan skema pendanaan khusus untuk para UMKM yang telah dilatih melalui program ini,” terang Suprapto.
Respons dari masyarakat lokal juga sangat positif. Ketua Kelurahan Baruga, Sulaiman, yang merupakan salah satu lokasi target program, mengungkapkan harapannya terhadap inisiatif mahasiswa ini.
“Masyarakat kami sangat membutuhkan program seperti ini. Banyak pemuda yang masih menganggur dan ibu-ibu yang ingin menambah penghasilan keluarga. Dengan program pelatihan keterampilan dan pendampingan dari mahasiswa Universitas Mandala Waluya, saya yakin dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka. Kelurahan Baruga siap memberikan fasilitas berupa tempat pertemuan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Dampak yang Diharapkan
Target utama program Kendari Berdaya 2026 adalah meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam mengakses peluang ekonomi. Secara spesifik, program diharapkan dapat: (1) melatih minimal 800 peserta dalam pelatihan keterampilan, (2) meningkatkan literasi digital untuk 1.200 UMKM lokal, (3) memberikan pendampingan intensif kepada 500 UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan penjualan, (4) menciptakan minimal 300 lapangan kerja baru melalui pembentukan usaha-usaha baru berbasis keterampilan yang telah diajarkan, dan (5) membentuk 50 kelompok usaha bersama untuk memperkuat posisi tawar masyarakat.
Koordinator Program Dr. Sukarno juga menambahkan bahwa program ini akan menghasilkan penelitian dan publikasi akademik yang dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan pemberdayaan masyarakat.
“Kami akan melakukan riset evaluasi mendalam tentang efektivitas program ini. Hasilnya akan dipublikasikan dalam jurnal akademik dan menjadi rekomendasi kebijakan untuk pemerintah daerah. Dengan cara ini, pengalaman Kendari Berdaya 2026 dapat menjadi referensi bagi program pemberdayaan di daerah lain,” tambah Dr. Sukarno.
Penutup
Program Kendari Berdaya 2026 menandai babak baru dalam kontribusi Universitas Mandala Waluya terhadap pembangunan masyarakat Kendari. Kolaborasi harmonis antara BEM, organisasi mahasiswa, pimpinan kampus, dan pemerintah daerah menunjukkan potensi besar untuk menciptakan perubahan sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan pendanaan yang telah terhimpun, struktur organisasi yang jelas, dan komitmen tinggi dari semua pihak, program ini memiliki prospek yang menjanjikan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya hadir di bangku kuliah, tetapi juga memiliki tanggung jawab nyata untuk turut membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
Kegiatan peluncuran program ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BEM Universitas Mandala Waluya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Kendari, serta pengikatan komitmen dari para ketua organisasi mahasiswa yang terlibat. Momentum ini diharapkan menjadi pemicu bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk turut berkontribusi dalam program pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas.
Program Kendari Berdaya 2026 akan dimulai dengan fase sosialisasi pada minggu pertama bulan Mei 2026. Masyarakat yang ingin mengikuti program dapat mendaftarkan diri di kelurahan masing-masing atau menghubungi kantor BEM Universitas Mandala Waluya yang berlokasi di gedung rektorat lantai dua, Kampus Kendari.
—
Laporan: [Nama Jurnalis Kampus]
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
Tanggal Rilis: 04 April 2026